BPBD Dan Dinas Sosial Lampung Siaga Potensi Bencana Siklon Tropis 94W

Sekretaris BPBD Lampung Indra Utama/ Vera Afrianti
Sekretaris BPBD Lampung Indra Utama/ Vera Afrianti

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepala daerah untuk mewaspadai dampak dari potensi bibit Siklon Tropis 94W (Cuaca ekstrem) yang ada di wilayah masing-masing.

Menindaklanjutinya, Sekretaris BPBD Lampung Indra Utama langsung memerintahkan jajarannya untuk bersiaga terhadap datangnya bencana alam atau cuaca ekstrem hingga ke tingkat desa atau dusun.

"Saya sudah perintahkan kepada pihak kami  atau tim tanggap bencana untuk selalu bersiaga di masa cuaca ekstrem  yang berpotensi menimbulkan angin puting beliung, banjir, longsor dan lainnya," kata dia di lingkungan Pemprov Lampung, Kamis (15/4).

Selain tim yang siaga BPBD juga menyiapkan buffer stock seperti kebutuhan logistik dan peralatan sehari-hari yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

"Kita juga sediakan  kebutuhan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana dan di setiap BPBD Kabupaten/Kota ada sekitar 42 personel dibantu ratusan relawan, dan tim gabungan TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, RAPI, perangkat desa dan lainnya untuk menangani bencana di wilayah masing-masing," kata Indra.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan, untuk buffer stock sudah didistribusikan sebanyak 60 persen yang tersebar di kabupaten/kota yang terdampak bencana.

"Buffer stock yang sudah didistribusikan baru 60 persen sisanya  40 persen  lagi ada di gudang dinsos. Kalau misalnya kurang maka kami akan mengusulkan kembali ke pemerintah pusat," kata dia.

Berdasarkan informasi yang didapat ada beberapa daerah rawan bencana di Lampung, seperti longsor berada di daerah pegunungan, yaitu Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus. 

Kemudian puting beliung di Lampung Selatan, Bandarlampung, Metro, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pesawaran, Pringsewu, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji sedangkan gelombang tinggi di kawasan pesisir.