Rj Anies Pastikan Proses Perkara Masih Berlanjut

RMOL BABEL. Kuasa Hukum Anggota DPRD Belitung Fendy Haryono dalam perkara dugaan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pencemaran nama baik Rj. Anies SH dan rekan, memastikan perkara yang telah mencemarkan nama kliennya tersebut masih bergulir. Menurut Rj Anies, saat ini proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Babel masih dalam tahap pemeriksaan dan meminta keterangan para saksi.


Demikian disampaikan oleh Rj Anies kepada wartawan Senin (14/9/20) lalu. Ditambahkannya, Pihak penyidik dari Polda Babel telah melayangkan surat pemanggilan saksi. Akan tetapi sampai saat ini saksi yang dimaksud belum juga hadir memenuhi panggilan. Menurut Rj Anies, kemungkinan saksi yang dipanggil berhalangan hadir karena situasi pandemi Covid-19.

"Informasi terakhir yang didapat setidaknya sudah tiga orang saksi yang telah diperiksa, namun belum di BAP, dikarenakan berhalangan, dan tidak dapat hadir," kata Rj Anies

Kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh anggota DPRD Kabupaten Belitung Fendi Haryono melalui Kuasa hukumnya Rj Anies and rekan terhadap akun facebook Roy Setiawan ke Polda Babel beberapa waktu lalu saat ini masih bergulir dan dipastikan tetap berlanjut.

Anies menambahkan, untuk pemilik akun Facebook atas nama Roy Setiawan sendiri sudah menjalani pemeriksaan pertama kali. Dijelaskannya, inti dari hasil pemeriksaan tidak ada CCTV. Tapi masalah ini masih dalam proses pengembangan.

"Untuk pemilik akun Facebook Roy Setiawan berinisial IS kalau tidak salah kurang lebih dua minggu yang lalu telah menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan pas hari senin. Intinya apabila hasil kasus ini telah diketahui, nanti kami akan menggelar konferensi pers, biar teman-teman media semuanya tahu," ucap Rj Anies.

Seperti diketahui pelaporan ini merupakan buntut dari postingan akun Facebook yang diketahui milik oknum petinggi Parpol. Dalam postingannya, akun Roy Setiawan menuliskan "ngaku mualaf hanya untuk jabatan..??? CCTV dirumahku terekam tanggal anda menyantap kaki b*bi !!! Kita share okey??."

Tulisan yang diduga mengandung unsur SARA ini diposting pada Sabtu (8/8/20) pukul.15.03 WIB. Selama dua hari postingan tersebut telah mendapat 137 komentar sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun.